Naik Haji Selagi di Perantauan? Mengapa Tidak?

Reports from Austria
Go pilgrimage While in Overseas? Why Not?
Hanum Salsabiela Rais - detikNews

Vienna - There is no complicated division, as was done in our country. That is the picture if you want to take the pilgrims from Europe, at least from Austria. Pilgrims from Indonesia, which is only about 12 people will depart at the same time on Tuesday the 17th of November.

On the release in the Indonesian Embassy in Vienna, Hajjah and Hajj candidates are given a little pilgrimage knowledge instead of Manasik Haji. Beside filled with prayer, the event was also filled with pilgrimage guidance by H. Ustadz Hambali from the Netherlands.

Geographically, Mecca is much closer than Vienna than from Indonesia. That is why a lot of the diplomat's family or the professionals while running his time in Vienna also took himself to fulfill the call to the holy land.

Not only those who are working, some housewives who live Austria also did not want to miss their opportunities. As an illustration, the cost for the pilgrimage from Vienna or Europe in general is around 2000-3000 dollars for 14 days. This is about half the cost of the executive pilgrimage (ONH plus) from Indonesia that can reach 50-60 million rupiahs per person.

If the plan to go pilgrim comes in a sudden, the pilgrimage application can be just 2 or 3 weeks before deprture, No need to wait on a waiting list several years earlier.

However, despite the closer distance and more affordable cost, in reality, not everyone can go pilgrimage for some reasons. As expressed by Warga Pengajian Wina (WAPENA), Muhammad Iqbal.

"Not all Muslims can be that lucky to get a chance to go to the holy land, even though the material has been sufficed. Therefore, it is important for the specially selected guests of God, to establish his intentions, leaving all worldly attributes, and focus to meet only one objective, welcoming the divine call," said Iqbal.

On the conclusion of the event, the people do not forget to forgive each other and also to share stories about their spiritual experiences during their pilgrimage.

Farewell O... Dhufuyur Rahman, the selected guests of God, may be a mabrur pilgrimage ....

===================================================
INDONESIAN VERSION

Laporan dari Austria
Naik Haji Selagi di Perantauan? Mengapa Tidak?
Hanum Salsabiela Rais - detikNews

Wina - Tak ada pembagian kloter atau embarkasi yang rumit sebagaimana yang dilakukan di tanah air. Itulah gambaran jika Anda mau naik haji dari Eropa, paling tidak dari Austria. Jemaah haji asal Indonesia, yang memang hanya berjumlah 12 orang akan diberangkatkan sekaligus pada hari Selasa tanggal 17 November nanti.

Saat pelepasan haji di KBRI Wina, para calon hajah dan haji ini diberi sedikit bekal pengetahuan sebagai ganti manasik haji. Selain diisi dengan acara doa bersama, acara ini juga diisi dengan paparan dan bimbingan kilat ibadah haji oleh Ustadz Hambali dari Belanda.

Secara geografis, Mekkah memang lebih dekat dari Wina dibandingkan dari tanah air, itulah sebabnya banyak keluarga diplomat atau para professional selagi menjalankan masa tugasnya di Wina, juga menyempatkan diri untuk bisa menunaikan panggilan ke tanah suci.

Tak hanya, mereka yang bekerja, beberapa ibu rumah tangga yang tinggal Austria juga tidak ingin melewatkan kesempatan yang ada. Sebagai gambaran saja, ongkos untuk naik haji dari Wina atau eropa pada umumnya sekitar 2000-3000 dollar untuk 14 hari. Ini sekitar separuh dari biaya untuk ongkos naik haji plus (ONH plus) dari tanah air yang bisa mencapai 50-60 juta perorangnya.

Jika rencara haji baru terbesit tiba tiba, untuk aplikasi hajipun bisa 2 atau 3 minggu sebelumnya. Tidak perlu menunggu daftar tunggu beberapa tahun sebelumnya.

Namun, meski secara jarak dan dana lebih dekat dan terjangkau, kenyataannya tak semua orang bisa berhaji karena satu dan lain hal. Seperti yang diungkapkan salah satu pembina Warga Pengajian Wina (WAPENA), Muhammad Iqbal.

"Tidak semua umat Islam bisa beruntung mendapatkan kesempatan pergi ke tanah suci, bahkan meskipun telah dicukupkan secara materi. Oleh karena itu, penting bagi tamu tamu pilihan Allah ini, untuk mengukuhkan niat, meninggalkan segala atribut keduniawian, dan berfokus memenuhi hanya satu tujuan, manyambut seruan Ilahi," kata Iqbal.

Selesai acara, tak lupa warga kemudian juga saling bermaaf-maafan dan saling berbagi cerita tentang pengalaman spiritualnya selama menuaikan ibadah haji.

Selamat jalan wahai Dhufuyur Rahman, tamu tamu Allah yang terpilih, semoga menjadi haji mabrur....

(sal/lrn)

http://www.detiknews.com/read/2009/11/16/054057/1242180/10/naik-haji-sel...